Terkadang, mereka hanya memberimu dua pilihan warna. Kamu mau pilih hitam, atau kamu pilih putih? Padahal masih banyak pilihan lain yang sesuai dengan warna hatimu. Tidak harus hitam, ataupun tidak harus putih. Masih banyak kan warna lainnya dalam keindahan pelangi di hidupmu # PointOfView
Terkadang tuntutan budaya dan norma-norma yang ada, membuat orang sulit untuk mengekspresikan apa yang dia mau, atau bahkan apa yang dia ingin capai. Kamu harus A, kalau tidak A berarti kamu “tidak normal”. Kamu tidak boleh melanggar B, kalau kamu berani melanggar berarti kamu menentang satu pihak tertentu yang memiliki kekuasaan. Dan masih banyak lagi, hal-hal yang membatasi seseorang untuk mengeksplorasi kreatifitas yang dia miliki.
FILM, buatku ini adalah salah satu mediaku untuk bersuara. Menyampaikan kegelisahanku tentang beragam permasalahan yang ada disekitarku, entah itu permasalahan aku sendiri atau orang lain yang kulihat. Atas dasar itulah kecintaanku terhadap film semakin mendalam setiap detik, meskipun tak jarang harus terkikis pula dengan bermacam kendala atau keterbatasan. Film membantuku untuk menyampaikan apa yang menjadi kegelisahanku, menyampaikan harapan dan mimpi.
********
pilem Q-ta: salah satu mediaku untuk belajar banyaknya keragaman warna yang bisa aku pilih dalam hidup. Sebuah komunitas film yang saat ini usianya sudah tidak muda lagi. Berdiri sejak september 2002 hingga sekarang masih bisa berdiri, meskipun satu per-satu kekuatannya sudah tumbang dimakan waktu.
Awal terbentuknya pilem Q-ta: diprakasai oleh teman-teman dan aku yang pada masa itu masih duduk di bangku kuliah. Kami adalah mahasiswa ilmu komunikasi yang memiliki energi berlebihan untuk berkarya dalam film. Minat kami terhadap film memang awalnya tidak didukung oleh fasilitas yang lengkap. Mungkin tantangan keterbatasan itu yang membuat kami semakin ‘nekat’ untuk menghadapinya. Mulai dari pengetahuan yang minim (otodidak; baca buku atau eksperimen ;p) hingga alat-alat yang terbatas (itu pasti karena dana yang terbatas pula hehe). Tapi kami tetap bisa berkarya.
Film pertama yang kami produksi berjudul 08.30 am/pm, sebuah film bergenre thriller yang berkisah tentang misteri sebuah pembunuhan seorang sahabat. Film berdurasi kurang lebih 30 menit ini, berhasil masuk 100 besar dalam Festival Film Independen Indonesia di Jakarta (sayang banget ajang ini sekarang sudah nggak ada lagi). Inilah yang membuat kami semakin bersemangat untuk berkarya lagi.
Setelah berhasil membuat film pendek. Kami berambisi untuk membuat sebuah film panjang ditahun yang sama, 2002. Sebuah film yang seharusnya berjudul “Komedi Boedjangan” terpaksa menjadi film yang gagal. Produksi film ini dilakukan selama lebih dari 2 tahun akibat dari sering kalinya syuting tertunda karena kendala teknis dan lagi-lagi masalah dana.
*proses syuting film Komedi Boedjangan, 2002 – 2004
Masuk tahun 2004, kami sudah disibukkan dengan tugas-tugas kampus yang semakin banyak. Namun disela-sela kesibukan kuliah, kami masih bisa berkarya bikin film atas nama tugas mata kuliah Media Komunikasi Film. Ada 4 film pendek yang berhasil kami buat pada saat itu; Bima..Bima.., Om Ikut Dong!, Kotak 88, danToga Oi’..
to be continue …


2004 : Serunya bikin kepang, sambil liat sunset …
Des 2008 : Awalnya bingung pengen tato, tp gambar apa ya? Akhirnya pake gambar bunga tulip yang ternyata gak jauh beda dg mawar kuncup, cape due Bli’!
Mei 2006 : Kuta malam hari, klo gak salah niEy pas tengah malam due! Tetap ajah rame tuh!
Mei 2004 : Dreamland msh sepi bu …
Turunnya ajah ke pantai lewat anak tangga dari batu2 githu, pas dbelakang kami berdiri … mayan wkt tuh kudu ngos2an … cape plus panas pula ^_^
Mei 2008 : Udah rame niEy!
tapi, kalau mau jalan agak jauh dikit … masih ada kok tempat yg g sberapa ramai kayak gini … Soalnya yg dsana kebanyakan yg mau main surfing, yg lain pasti ogah lah berpanas2 ria dsana hehe
Desember 2008 : NiEy wajah terbaru Dreamland, lebih indah kan? dan pastinya tertata rapi …
bagus buat photo2 hehe