2 Mingg pEndidikan ala militEr … Siap!!!

W0W!! G pErnah tbayangkan sblmna aku msk n ikut pEndidikan ala militEr …

2ming ‘karantina’ d KobangdikAL kasi bny pngalaman bharga buatku. Jadwal padat, disiplin sEtiap saat, tEnaga dan pikiran dkuras tanpa pErduli wkt pagi, siang, mlm …

Hari2 ptama d pusdik banmin, badan dan pikiranku kagEt stEngah mati … Makanan enak tp gak krasa nikmat, krn wkt makan yg cm 5mEnit, pEnuh tEkanan dan lngs lari stlh itu … Muntah due wkwkwk

Lari sEtiap saat, jongkok sEring x, push up shari minimal 30x, gulung2 d aspal (uda jd dadar gulung wkwkwk) dan bny lg maCam jatah yg harus dlakukan siswa … siswa wajib dongkol !!! wkwkwk

Kekuatan? … 55
Mana suaramu? … Haa
Mana gigimu? … Hii

Menyatukan 55 pikiran emang susyah lah! Trutama mEreka yg png nampang n ngEksis wkwkwk Gpp luChu ajah bs buat kEtawaan liat tingkah konyoL mrEka. Tp yg pasti sEbagian bEsar msh bisa kompak kq … MenyEnangkan kEnaL mEreka … Aligator vs Barakuda wkwkwk

Beragam BinSis (alias pELatih) bisa mEwarnai hari2 dsana. Mulai dr yg paling galak, luChu, phatian, cool … Semuanya pny 1 kEsamaan disiplin dan suara yg kEras, lantang & tEgas … Dan apapun yg mrk katakan, siswa hanya bisa mjawab … ‘Siap! Pelatih!’

Dan oleh2 yg ku bawa skrg … Kulit jd lbh hitam (trutama muka gosong), bdn lbh kEkar, kuku kaki dcabut 2 (huhu), mEmar2 dmn-mana, cucian kotor numpuk … wkwkwk

Tp oleh2 yg lbh bharga lg adalah ;
Diri ini jadi lbh bErnilai
Waktu jadi lbh bErharga
Teman jadi lbh bErarti
dan
Rasa cinta thdp tanah air Indonesia jadi lebih mEndalam

Pengalaman mEnyenangkan yg g bakal tlupakan …

PUISI TAK TERSAMPAIKAN …

Kau !!
dengarkan suaranya,
keras …
lantang …
tegas …
pecahkan kesunyian dan hiruk pikuk kebisingan,
serasa pecah seluruh kaca

Terdengar hentakan derap langkahnya,
bekukan seluruh gerakanku,
sayup detak jantung mengencang,
sesaat hanya suara angin terdengar,
terpakulah semua

Ambil jatah!!
Siap! saya salah …
Kata “maaf” ternyata tak mampu tuk selesaikan,
hanya push up dan jalan jongkong yang menjawab

Disiplin ditekankan,
waktu dimampatkan,
semua serba terjadwal,
hingga tak ada ruang kebebasanku,

Tapi ingat,
diri menjadi lebih bernilai,
waktu menjadi lebih berharga,
teman menjadi lebih berarti,
semua memberi warna baru dalam hidupku

Meskipun mulut ini tak mampu berucap
sorot mata tak mampu bertatap,
namun dalam hati ini telah terukir,
“Terima Kaasih” untuknya

*
**
*** puisi ini sebenarnya pengen disampaikan untuk pelatih, saat malam keakraban, namun karena satu dan lain hal jadi tak tersampaikan wkwkwkwkwk

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.